My Favorite Writing:
aku ingat seorang teman lama pernah berkata :
kenangan adalah makhluk yang paling berbahaya
dimuka bumi ini. dia tak berbentuk, tapi sanggup
mencengkerammu kuat dalam arus masa lalu yang
diam-diam mematikan.
aku ke DT8. merangkul udara Bandung yang dingin
kuat-kuat. aku tidak memanggil kenangan untuk
datang menjemput, tapi mereka langsung merubung
bagai porter di stasiun kebon kawung setibanya aku
di Bandung. dimana kenangan hidup? dicelah hatimu?
atau di lempitan otakmu?
aku ke DT8. mengemas barang dan kenangan yang tersisa.
sedikit tertegun dan tercekat melihat ternyata begitu banyak
kenangan yang kutumpuk dalam kamar mungil itu. berkotak
kardus tak muat juga kupenuhi dengannya. berpuluh kardus
dipenuhi dengan kepingan-kepingan hatiku yang terserak dan
tertinggal disana. kamar lembab dipenuhi embun sisa air mata
dan liur tawa. aku teriris sedikit...
sore itu juga kujejalkan semua kenanganku dalam berpuluh kardus
bekas rokok dan aqua disebuah tong sampah besar ditepi rumah.
spiritus dan api segera berkawan menghanguskan bukti masa lalu.
mereka mencegahku..."kenangan tak akan bisa dibeli lagi..dan meski
kau kaya, kenangan terlalu mahal untuk dibeli."
tapi sore itu aku tetap tercenung didepan api yang meletup-letup.
berkeretak ribut melalap kemarin dan ribuan kemarin yang lain.....
mereka cuma tidak tahu, teman-teman tersayangku itu, meski aku
membakar habis semua kenangan tapi sesungguhnya aku masih merasa
sia-sia belaka. sebab aku tidak bisa membakar hatiku sendiri, yang
terlalu rajin mencatat detil setiap kenangan yang sekarang cuma jadi
tumpukan abu dan arang..........
dust to dust, ashes to ashes
samedi 10 juin 2006
mercredi 7 juin 2006
CEMBURU
tak akan kusangkal rasa iri dan cemburuku
yang membawaku berandai-andai
jikalau aku bisa selembut gadis-gadis mawar yang hatinya begitu kau jaga.
jikalau aku dapat setegar gadis-gadis kaktus yang jiwanya begitu kau puja
jikalau aku mampu menjadi begitu tak peduli seperti gadis-gadis benalu yang kau suka
jikalau aku sedahsyat gadis-gadis anggrek hitam yang membuat hatimu terjaga
jikalau aku secerdas gadis-gadis beringin yang mengakar dan meneduhkanmu.
tapi ternyata aku memang bukan sesiapa.
bukan bunga yang membuatmu berbunga-bunga apalagi jatuh cinta
bukan pohon yang memberikan kenyamanan bersandar bagi hatimu
bukan pula rumput yang nyaman untuk tempat berbaringmu...
aku hanyalah setangkai kembang bulan
tumbuh rapuh dipinggir jalan yang biasa kau lalui
mengamati dan akhirnya iri pada bunga-bunga yang akhirnya kau petik.
musim berkejaran dan aku masih disini
berharap suatu hari kau akan datang kembali dan berbisik
bahwa hatimu telah kumiliki
yang membawaku berandai-andai
jikalau aku bisa selembut gadis-gadis mawar yang hatinya begitu kau jaga.
jikalau aku dapat setegar gadis-gadis kaktus yang jiwanya begitu kau puja
jikalau aku mampu menjadi begitu tak peduli seperti gadis-gadis benalu yang kau suka
jikalau aku sedahsyat gadis-gadis anggrek hitam yang membuat hatimu terjaga
jikalau aku secerdas gadis-gadis beringin yang mengakar dan meneduhkanmu.
tapi ternyata aku memang bukan sesiapa.
bukan bunga yang membuatmu berbunga-bunga apalagi jatuh cinta
bukan pohon yang memberikan kenyamanan bersandar bagi hatimu
bukan pula rumput yang nyaman untuk tempat berbaringmu...
aku hanyalah setangkai kembang bulan
tumbuh rapuh dipinggir jalan yang biasa kau lalui
mengamati dan akhirnya iri pada bunga-bunga yang akhirnya kau petik.
musim berkejaran dan aku masih disini
berharap suatu hari kau akan datang kembali dan berbisik
bahwa hatimu telah kumiliki
NICE TRY
hari pagi buta (dibawah pohon willow kami berbicara)
aku akhirnya punya pacar (dia berkata terbata)
aku ikut senang (setengah mati kutahan air mata)
benarkah begitu? (matanya meminta)
apalah guna dusta? (ternyata perasaanpun tak kuasa jujur bercerita)
aku akan pulang padanya (berpaling aku dari matanya)
ya, tentu saja (kenapa ia tak henti berkata-kata?)
apa kau sungguh tak apa? (buat apa kau bertanya?)
surely yes (i said)
nice try! (he replied)
because your trembled fingertips are more honest than your lips!
aku akhirnya punya pacar (dia berkata terbata)
aku ikut senang (setengah mati kutahan air mata)
benarkah begitu? (matanya meminta)
apalah guna dusta? (ternyata perasaanpun tak kuasa jujur bercerita)
aku akan pulang padanya (berpaling aku dari matanya)
ya, tentu saja (kenapa ia tak henti berkata-kata?)
apa kau sungguh tak apa? (buat apa kau bertanya?)
surely yes (i said)
nice try! (he replied)
because your trembled fingertips are more honest than your lips!
ternyata
ternyata kesakitan jatuh bangun
saat jatuh cinta padamu
itu jauh lebih mudah
daripada membencimu....
ternyata menempuh ratusan kilo
hanya untuk menyentuhmu
itu jauh lebih ringan
daripada meninggalkanmu...
ternyata terkelupas berdarah karenamu
itu jauh lebih menyenangkan
daripada mencoba melupakanmu.
saat jatuh cinta padamu
itu jauh lebih mudah
daripada membencimu....
ternyata menempuh ratusan kilo
hanya untuk menyentuhmu
itu jauh lebih ringan
daripada meninggalkanmu...
ternyata terkelupas berdarah karenamu
itu jauh lebih menyenangkan
daripada mencoba melupakanmu.
PIECE FROM THE BLAST
Bagaimana seharusnya kujelaskan retak-retak didada yang tertinggal
setelah dulu ia mencoba memakukan dihatiku,pigura besar dengan gambar
dirinya yang tak pernah tersenyum itu?
kurasakan telingaku memanas dijalari darah yang sedikit mendidih,
saat ia menceritakan kekasih barunya. meski aku juga menceritakan
hal yang sama, entah kenapa aku merasa...perasaannya pada kekasihnya
jauh lebih besar dari perasaanku pada kekasih-kekasih baruku.
dan sabetan rasa itu membuat hatiku melompat mundur sesaat...
"apakah kau membenciku? bagaimanakah perasaanmu padaku setelah semua ini?"
apakah perasaanku masih penting sekarang, sayang? jujurlah padaku.
aku memang seringkali muak dengan tingkahmu dan marah pada diriku sendiri
yang masih tetap saja menyayangimu setelahnya namun sejujurnya aku tidak
pernah membencimu. maafkan aku jika kau kini membenciku karena aku tidak
bisa membencimu...aku cuma tak bisa.
meski seringkali kau buat aku menggigil dalam kerinduan yang justru membara,
meski kau buat hatiku membeku, tak pernah benar-benar mencair pada panas
api yang lain (itu menyiksaku)...meski kau meninggalkan kaldera yang nyaris
mati setelah memuntahkan lava dan magmanya dihatiku..tapi aku tak pernah
bisa membencimu.
beginilah rupaku sekarang...
seperti yang kau lihat. Seperti ruang besar yang kosong tanpa perabot.
segalanya masih seperti dulu saat pertama kau datang dan mengisi ruang-ruangnya
dengan berbagai piranti yang kau pikir akan kau perlukan. sekarang semuanya
kembali seperti dulu, kecuali retak bekas paku saat kau berusaha menancapkan
pigura foto dirimu itu. close up dengan mata tajam dan bibir yang terkatup.
ayo, coba duduklah diruang tamu kita dulu.
mari kita coba sofa baru yang kini kau bawa. two seater love chair..meski tanpa
meja untuk naruh minuman pelepas dahaga setelah pengembaraan kita yang amat jauh.
lagipula, malam ini seharusnya kita tak lagi memikirkan hal lain,
kecuali kita berdua. berpelukan mesra dan saling menggenggam tangan tampaknya akan cukup sempurna untuk malam yang tinggal beberapa jam ini. bukan begitu?
dan itulah yang akhirnya kita lakukan. :)
aku bahagia sekali akhirnya kau lingkarkan juga lengan hitam kurusmu itu menyeberangi punggungku yang putih gemuk berbungkus kaus bolong-bolong yang
sengaja kupakai untuk ventilasi hatiku yang pastinya panas bergetar-getar.
sudah berapa lama semenjak malam itu?
dan akan ada berapa malam lagi untuk sampai pada kesempatan yang lain?
aku tidak tahu. mungkin sebaiknya juga aku tidak mencari tahu..
kita biarkan saja rasa ini mengalir menggerus diri masing-masing.
bila waktunya terjadi, pasti dia akan terjadi bukan?
*ya, aku juga merindukanmu selama ini.
otopsi hati itu untukku bukan?
setelah dulu ia mencoba memakukan dihatiku,pigura besar dengan gambar
dirinya yang tak pernah tersenyum itu?
kurasakan telingaku memanas dijalari darah yang sedikit mendidih,
saat ia menceritakan kekasih barunya. meski aku juga menceritakan
hal yang sama, entah kenapa aku merasa...perasaannya pada kekasihnya
jauh lebih besar dari perasaanku pada kekasih-kekasih baruku.
dan sabetan rasa itu membuat hatiku melompat mundur sesaat...
"apakah kau membenciku? bagaimanakah perasaanmu padaku setelah semua ini?"
apakah perasaanku masih penting sekarang, sayang? jujurlah padaku.
aku memang seringkali muak dengan tingkahmu dan marah pada diriku sendiri
yang masih tetap saja menyayangimu setelahnya namun sejujurnya aku tidak
pernah membencimu. maafkan aku jika kau kini membenciku karena aku tidak
bisa membencimu...aku cuma tak bisa.
meski seringkali kau buat aku menggigil dalam kerinduan yang justru membara,
meski kau buat hatiku membeku, tak pernah benar-benar mencair pada panas
api yang lain (itu menyiksaku)...meski kau meninggalkan kaldera yang nyaris
mati setelah memuntahkan lava dan magmanya dihatiku..tapi aku tak pernah
bisa membencimu.
beginilah rupaku sekarang...
seperti yang kau lihat. Seperti ruang besar yang kosong tanpa perabot.
segalanya masih seperti dulu saat pertama kau datang dan mengisi ruang-ruangnya
dengan berbagai piranti yang kau pikir akan kau perlukan. sekarang semuanya
kembali seperti dulu, kecuali retak bekas paku saat kau berusaha menancapkan
pigura foto dirimu itu. close up dengan mata tajam dan bibir yang terkatup.
ayo, coba duduklah diruang tamu kita dulu.
mari kita coba sofa baru yang kini kau bawa. two seater love chair..meski tanpa
meja untuk naruh minuman pelepas dahaga setelah pengembaraan kita yang amat jauh.
lagipula, malam ini seharusnya kita tak lagi memikirkan hal lain,
kecuali kita berdua. berpelukan mesra dan saling menggenggam tangan tampaknya akan cukup sempurna untuk malam yang tinggal beberapa jam ini. bukan begitu?
dan itulah yang akhirnya kita lakukan. :)
aku bahagia sekali akhirnya kau lingkarkan juga lengan hitam kurusmu itu menyeberangi punggungku yang putih gemuk berbungkus kaus bolong-bolong yang
sengaja kupakai untuk ventilasi hatiku yang pastinya panas bergetar-getar.
sudah berapa lama semenjak malam itu?
dan akan ada berapa malam lagi untuk sampai pada kesempatan yang lain?
aku tidak tahu. mungkin sebaiknya juga aku tidak mencari tahu..
kita biarkan saja rasa ini mengalir menggerus diri masing-masing.
bila waktunya terjadi, pasti dia akan terjadi bukan?
*ya, aku juga merindukanmu selama ini.
otopsi hati itu untukku bukan?
kalau
kalau kamu mati,
tolong berikan matamu dan hatimu padaku..
supaya aku bisa memahami dunia dari sudut pandangmu
dan bisa menyelami dasar hatimu.
terutama,
untuk mengetahui di folder manakah
kenangan tentangku disimpan?
terutama,
untuk mengetahui bagaimana kau mengenangku
dan bagaimana perasaanmu padaku.
tolong berikan matamu dan hatimu padaku..
supaya aku bisa memahami dunia dari sudut pandangmu
dan bisa menyelami dasar hatimu.
terutama,
untuk mengetahui di folder manakah
kenangan tentangku disimpan?
terutama,
untuk mengetahui bagaimana kau mengenangku
dan bagaimana perasaanmu padaku.
AL-BAQARAH:283
"On no soul doth Allah place a greater burden than it can bear.
It gets every good that it earns, it suffers every ill that it earns"
It gets every good that it earns, it suffers every ill that it earns"
blue mood
Ada masanya orang tak ingin jadi apa-apa
Tak ingin jadi presiden Tak ingin jadi walikota
Tak ingin jadi orang kota Tak ingin jadi orang desa
Ada masanya orang hanya ingin jadi serumpun bunga
Yang tumbuh tentram di beranda
(Kidung Pot Bunga, Eka Budianta)
well, kenyataannya memang aku sedang
pointless.
gripless.
meaningless.
loveless.
sedang sering mengatupkan telapak didepan wajah
menunduk dan menggigit bibir kuat-kuat.
menengadah dan menghela nafas panjang-panjang.
jadi begitulah,]
sedang tidak tahu....
apa yang telah kulakukan
aku yang harus kulakukan
dan
apa yang akan kulakukan..
Tak ingin jadi presiden Tak ingin jadi walikota
Tak ingin jadi orang kota Tak ingin jadi orang desa
Ada masanya orang hanya ingin jadi serumpun bunga
Yang tumbuh tentram di beranda
(Kidung Pot Bunga, Eka Budianta)
well, kenyataannya memang aku sedang
pointless.
gripless.
meaningless.
loveless.
sedang sering mengatupkan telapak didepan wajah
menunduk dan menggigit bibir kuat-kuat.
menengadah dan menghela nafas panjang-panjang.
jadi begitulah,]
sedang tidak tahu....
apa yang telah kulakukan
aku yang harus kulakukan
dan
apa yang akan kulakukan..
THEN I REALIZE IT NOW
I found it was love I was feeling to him.
he was in my thoughts from morning to night.
but for the very first time i was able to feel happy with an absent love. what had i got to lose, if i was asking for nothing in exchange?
i found it normal to feel jealous, although life had taught me that it was pointless thinking i could own another person (anyone who believes that is just deceiving himself!!). it was just a proof of fragility..a proof that i'm just a normal human being and it was all forgiven :)
i read a line that said : the strongest love is the love that can demonstrate its fragility. if my love is real, freedom will conquer jealousy and any pain it causes me. pain is part of my process. that's all i need to BELIEVE. whenever i told my self I'm ready to fall in love with somebody, it have to be prepared for a daily dose of pain and discomfort.and i know i should have been good on it because ihave reached my limit
I've been thinking about him a lot. I've been thinking about us a lot. and i realize that I didn't go into this room only by chance. well, i guess really important meetings are planned by the souls long before the bodies see each other. but if now I really have to end it, at least I know that I love him that much no matter how hard he keep pushing me aside in the end.
I know that i have to leave now.
I love him and that's what I'm going to do: leaving him
upon his request. I just want him to be happy even when
it means that he's happy without me, i have to respect it.
so, this is it.
this is my final words:
I LOVE YOU, GOODBYE.
he was in my thoughts from morning to night.
but for the very first time i was able to feel happy with an absent love. what had i got to lose, if i was asking for nothing in exchange?
i found it normal to feel jealous, although life had taught me that it was pointless thinking i could own another person (anyone who believes that is just deceiving himself!!). it was just a proof of fragility..a proof that i'm just a normal human being and it was all forgiven :)
i read a line that said : the strongest love is the love that can demonstrate its fragility. if my love is real, freedom will conquer jealousy and any pain it causes me. pain is part of my process. that's all i need to BELIEVE. whenever i told my self I'm ready to fall in love with somebody, it have to be prepared for a daily dose of pain and discomfort.and i know i should have been good on it because ihave reached my limit
I've been thinking about him a lot. I've been thinking about us a lot. and i realize that I didn't go into this room only by chance. well, i guess really important meetings are planned by the souls long before the bodies see each other. but if now I really have to end it, at least I know that I love him that much no matter how hard he keep pushing me aside in the end.
I know that i have to leave now.
I love him and that's what I'm going to do: leaving him
upon his request. I just want him to be happy even when
it means that he's happy without me, i have to respect it.
so, this is it.
this is my final words:
I LOVE YOU, GOODBYE.
DI CERLANGMU
Matamu adalah tembang padang ilalang
yang tiba-tiba dipenuhi kupu-kupu terbang
setiap saat kita bercerita tentang
apa rasanya kembali pulang.
Matamu adalah nyanyian ladang gersang
yang dihujam hujan dan berkilat petir
tempat kutemukan badai tanpa angin
dan kudengar desau kebisuan yang berbicara
Matamu menjelma suhuf-suhuf dongeng
yang mengisah sepi sunyimu di tengah canda
dan canda tawamu di tengah sepi
dimana kubaca lembar-lembar cerita dirimu yang sebenarnya.
Matamu serupa puncak gunung berkabut
tinggi, tak tergapai dan menggigilkan hati
teduh hutanmu menyesatkanku
jurang-jurangmu memerosokkan aku.
Matamu menyimpan ketakterdugaan laut.
meski jernihmu membuatku tak ragu menyelami dasar hatimu,
sesekali keruh badaimu menghempas karam biduk kecilku
lalu kembali memanggilku untuk berlayar bersamamu...
Matamu bagiku dunia,
tempat aku menemukan makna dan cinta
meski kadang aku terluka.
untuk mataku
yang tiba-tiba dipenuhi kupu-kupu terbang
setiap saat kita bercerita tentang
apa rasanya kembali pulang.
Matamu adalah nyanyian ladang gersang
yang dihujam hujan dan berkilat petir
tempat kutemukan badai tanpa angin
dan kudengar desau kebisuan yang berbicara
Matamu menjelma suhuf-suhuf dongeng
yang mengisah sepi sunyimu di tengah canda
dan canda tawamu di tengah sepi
dimana kubaca lembar-lembar cerita dirimu yang sebenarnya.
Matamu serupa puncak gunung berkabut
tinggi, tak tergapai dan menggigilkan hati
teduh hutanmu menyesatkanku
jurang-jurangmu memerosokkan aku.
Matamu menyimpan ketakterdugaan laut.
meski jernihmu membuatku tak ragu menyelami dasar hatimu,
sesekali keruh badaimu menghempas karam biduk kecilku
lalu kembali memanggilku untuk berlayar bersamamu...
Matamu bagiku dunia,
tempat aku menemukan makna dan cinta
meski kadang aku terluka.
untuk mataku
HOW DO I FEEL?
cinta adalah sebuah rasa yang muncul ketika fantasi-fantasimu hancur tentang obyek cintamu , ketika kau melewati fase 'merah-biru-ungu' hati ...kekosongan yang amat luas, tanpa kursi, surat kontrak, logika, janji , ( bottomline : do you feel it, or you just pushing 2 hard 2 feel it, or by favourite mistakes of humankind : try to make it a concept, memoirs ?
" hati-hati, hati...." ( buat dua hati..)
" hati-hati, hati...." ( buat dua hati..)
vendredi 2 juin 2006
...
Adalah karena
Kaulawan
Sunyi
Saat seharusnya
Kau memeluknya
Adalah karena
Kau balut luka
Saat seharusnya
Kau biarkan
Ia
Mengering
Pada saatnya
Pada musimnya
Adalah karena
Kau coba tenangkan
Rasa gatal-gatal itu
Saat seharusnya
Kau menggaruknya
Kaulawan
Sunyi
Saat seharusnya
Kau memeluknya
Adalah karena
Kau balut luka
Saat seharusnya
Kau biarkan
Ia
Mengering
Pada saatnya
Pada musimnya
Adalah karena
Kau coba tenangkan
Rasa gatal-gatal itu
Saat seharusnya
Kau menggaruknya
jeudi 16 mars 2006
:: 3.29.2005 ::
IDDAH
Ibarat janda yang telah usai masa iddahnya.
Setelah 3 bulan 2 hari,
surga kecil dibarat itu kembali mengundang.
gempa datang berguncang.
delapan koma tujuh skala richter katanya.
tiga ratus satu nyawa meregang melayang..
untung saja tsunami tak lagi menerjang.
adakah seratus dua puluh ribu nyawa lain
memohon mereka tuk datang?
atau cuma terlalu kesepian di surga
yang mendadak penuh berjejal
sejak sehari setelah natal?
atau beginilah seharusnya wajah dunia.
lahir dan mati itu biasa.
mungkin hari ini ada tiga ratus satu bayi
terjadwal lahir mengganti mereka yang mati.
apapun itu,
bumi memang semakin renta
dan manusia masih tetap buta
kita pantas berduka
*gempa 8.7 skala richter kembali mengguncang
kep. Nias dan Simeuleue. tepat 20 hari setelah
pesta kepiting raksasa kiriman dari Simeuleue.
IDDAH
Ibarat janda yang telah usai masa iddahnya.
Setelah 3 bulan 2 hari,
surga kecil dibarat itu kembali mengundang.
gempa datang berguncang.
delapan koma tujuh skala richter katanya.
tiga ratus satu nyawa meregang melayang..
untung saja tsunami tak lagi menerjang.
adakah seratus dua puluh ribu nyawa lain
memohon mereka tuk datang?
atau cuma terlalu kesepian di surga
yang mendadak penuh berjejal
sejak sehari setelah natal?
atau beginilah seharusnya wajah dunia.
lahir dan mati itu biasa.
mungkin hari ini ada tiga ratus satu bayi
terjadwal lahir mengganti mereka yang mati.
apapun itu,
bumi memang semakin renta
dan manusia masih tetap buta
kita pantas berduka
*gempa 8.7 skala richter kembali mengguncang
kep. Nias dan Simeuleue. tepat 20 hari setelah
pesta kepiting raksasa kiriman dari Simeuleue.
I FOUND IT SOMEWHERE
hehehe....
KEPADA SIAPA
kepada Neruda aku berbicara metafor
kepada Barthes aku berbicara tanda
kepada Baudrillard aku berbicara realitas
kepada Sartre aku berbicara eksistensi
kepada Nietzche aku berbicara manusia
kepada Guevara aku berbicara revolusi
tapi hanya kepada kamu aku berbicara cinta
hehehe....
KEPADA SIAPA
kepada Neruda aku berbicara metafor
kepada Barthes aku berbicara tanda
kepada Baudrillard aku berbicara realitas
kepada Sartre aku berbicara eksistensi
kepada Nietzche aku berbicara manusia
kepada Guevara aku berbicara revolusi
tapi hanya kepada kamu aku berbicara cinta
PADA SEBUAH BISA YANG BERLARI KENCANG
pada sebuah bis yang berlari kencang
kutitipkan sebagian masa depan
agar teredam keinginan menengok ke belakang
kulewati pasar malam yang hingar bingar
dan ribuan nisan dikuburan yang sepi dan nanar
juga ratusan persimpangan yang tak pernah punya
lampu lalu lintas yang menyala dengan benar
tapi aku tak lagi terpukau ataupun hirau.
pada sebuah bis yang berlari kencang
kupejamkan mata dan menghalau kenangan-kenangan usang
yang dari tadi tak juga bisa terbuang
-terkenang masa-masa menerawang bintang, dari balik jendela Kramat Djati Bandung-Yogya-Bandung...thats me-
kutitipkan sebagian masa depan
agar teredam keinginan menengok ke belakang
kulewati pasar malam yang hingar bingar
dan ribuan nisan dikuburan yang sepi dan nanar
juga ratusan persimpangan yang tak pernah punya
lampu lalu lintas yang menyala dengan benar
tapi aku tak lagi terpukau ataupun hirau.
pada sebuah bis yang berlari kencang
kupejamkan mata dan menghalau kenangan-kenangan usang
yang dari tadi tak juga bisa terbuang
-terkenang masa-masa menerawang bintang, dari balik jendela Kramat Djati Bandung-Yogya-Bandung...thats me-
ARCHITEACH100404
matahari bulat merah mulai membenam diantara
rangka-rangka beton yang mencuat bagai tulang
bangkai dinosaurus tua didepan kita
saat kau tarik aku melupakan masa silam
dan masuk ke dunia lolipop yang penuh warna warni
dan wangi parfum dan boneka-boneka porselin
yang bisa bicara dan berjalan kesana kemari
diantara palem-palem stainless steel warna toska
yang memayungi kita.
dendang asmara penuh gula-gula merdu dari diafragmamu
menyelinap keluar dari bibir tipis yang kupuja itu
dan hinggap menambur gendang telingaku
biarlah louis vuitton jadi saksiku meminangmu
apa kau ingat bisikan penuh goda buah khuldi flavoured
yang kau julurkan dibawah eskalator yang kita anggap
stairway to heaven itu?
(ahh...andai aku bisa berbuat lebih dari sekedar
memutar kembali kenangan yang tak bisa kugapai itu)
dan dengan segenap ketololan Adam saat menerima buah
pengetahuan itu dari Hawa, aku menyambutnya sepenuh asa.
aku hampir pasti saat itu mata bulatku yang tolol
berkerjapan penuh sinar seperti lampu-lampu panggung
kontes pencarian bakat yang selalu dimimpikannya
dan kau tertawa bahagia merentang tangan menengadah
menangkap serbuk kerlip cinta yang bertebaran dihembus
dingin air conditioner enam belas derajat celcius,
dengan kepuasan seorang penyanyi yang menang kontes yang
selalu diakhiri dengan taburan kertas-kertas perak
diantara air mata bahagia saat berhasil memenangkan hati
penonton dengan gayanya yang simpatik dan dramatis.
Cut!
dan adegan inipun akhirnya tercatat sebagai
awal sekaligus akhir episode premier sebuah
sinetron lepas murahan yang tak berkelanjutan
dengan akhir bahagia
sebagaimana yang diharapkan penonton.
kenangan atas almarhum
Architeach
lahir : plaza senayan,jakarta,100404
wafat : gg.halmahera,yogyakarta,281104
rangka-rangka beton yang mencuat bagai tulang
bangkai dinosaurus tua didepan kita
saat kau tarik aku melupakan masa silam
dan masuk ke dunia lolipop yang penuh warna warni
dan wangi parfum dan boneka-boneka porselin
yang bisa bicara dan berjalan kesana kemari
diantara palem-palem stainless steel warna toska
yang memayungi kita.
dendang asmara penuh gula-gula merdu dari diafragmamu
menyelinap keluar dari bibir tipis yang kupuja itu
dan hinggap menambur gendang telingaku
biarlah louis vuitton jadi saksiku meminangmu
apa kau ingat bisikan penuh goda buah khuldi flavoured
yang kau julurkan dibawah eskalator yang kita anggap
stairway to heaven itu?
(ahh...andai aku bisa berbuat lebih dari sekedar
memutar kembali kenangan yang tak bisa kugapai itu)
dan dengan segenap ketololan Adam saat menerima buah
pengetahuan itu dari Hawa, aku menyambutnya sepenuh asa.
aku hampir pasti saat itu mata bulatku yang tolol
berkerjapan penuh sinar seperti lampu-lampu panggung
kontes pencarian bakat yang selalu dimimpikannya
dan kau tertawa bahagia merentang tangan menengadah
menangkap serbuk kerlip cinta yang bertebaran dihembus
dingin air conditioner enam belas derajat celcius,
dengan kepuasan seorang penyanyi yang menang kontes yang
selalu diakhiri dengan taburan kertas-kertas perak
diantara air mata bahagia saat berhasil memenangkan hati
penonton dengan gayanya yang simpatik dan dramatis.
Cut!
dan adegan inipun akhirnya tercatat sebagai
awal sekaligus akhir episode premier sebuah
sinetron lepas murahan yang tak berkelanjutan
dengan akhir bahagia
sebagaimana yang diharapkan penonton.
kenangan atas almarhum
Architeach
lahir : plaza senayan,jakarta,100404
wafat : gg.halmahera,yogyakarta,281104
PATAH HATI (terkenang lelaki Tolaki)
Pacarku memilih pergi
dan ikuti titah sang mami
untuk cari istri yang super baik hati
seperti yang ada dalam iklan sabun cuci
pacarku akhirnya memilih angkat kaki
penuhi perintah keluarga untuk menikahi
istri berbakti didikan pak kiai
seperti contoh dalam sinetron televisi
yang kejar tayang saban bulan suci
pacarku bilang ia tak akan pernah kembali
sebab itu lebih baik tak usah dinanti
dan jangan pernah kenang semua ini didalam hati
perlahan ia berbisik nyaris tak berbunyi :
"Maafkan aku, Kiki"
28/11/04
dan ikuti titah sang mami
untuk cari istri yang super baik hati
seperti yang ada dalam iklan sabun cuci
pacarku akhirnya memilih angkat kaki
penuhi perintah keluarga untuk menikahi
istri berbakti didikan pak kiai
seperti contoh dalam sinetron televisi
yang kejar tayang saban bulan suci
pacarku bilang ia tak akan pernah kembali
sebab itu lebih baik tak usah dinanti
dan jangan pernah kenang semua ini didalam hati
perlahan ia berbisik nyaris tak berbunyi :
"Maafkan aku, Kiki"
28/11/04
BESOK
:: 5.04.2005 ::
BESOK,
buat Fear dan calon istrinya :
Kutitipkan kata pada-Nya lewat malaikat kecil yang singgah ditepian malamku.
"tolonglah tiupkan layar perahu mereka agar tiba hanya pada-Mu.
dan biarkanlah mereka mengail bentuk-bentuk pipih keperakan dari biru laut-Mu
dan menyuling asinnya menjadi bergelas-gelas kehidupan.
Tebarkanlah kapas-kapas putih diatap biru mereka agar teduh dari teriknya matahari.
hamparkan sutra lembayung jingga terindah disetiap langit senja mereka,
bulatkanlah bulan yang jaga lelap lelah mereka
dan biarkanlah jemari mereka saling genggam erat dan saling menguatkan
dalam menghadap gelombang laut dan tajam karang-Mu.
Malam ini kutagih janji-Mu untuk selalu membahagiakan mereka yang saling mencinta.
Boleh kan, Tuhan?
BESOK ,
buat saya dan mantan pacarnya
Ketika kabel-kabel tak lagi menghantarkan suara-suara merdu
yang dipenuhi rindu
dan
Mobil-mobil tak lagi berlarian jakarta-kudus-jakarta-kudus
ketika
kereta-kereta tak lagi tergesa menggesek lajur-lajur besi
sepanjang bandung-yogya-bandung-yogya
ketika pesawat-pesawat tak lagi beterbangan hinggap di
jakarta-yogya-jakarta-yogya
dan ketika
kotak pos kita tak lagi dipenuhi amplop-amplop coklat tebal
berisi kata-kata merah jambu yang membuat pipi bersemu..
kuharap kita masih bisa bertemu
BESOK,
buat Fear dan calon istrinya :
Kutitipkan kata pada-Nya lewat malaikat kecil yang singgah ditepian malamku.
"tolonglah tiupkan layar perahu mereka agar tiba hanya pada-Mu.
dan biarkanlah mereka mengail bentuk-bentuk pipih keperakan dari biru laut-Mu
dan menyuling asinnya menjadi bergelas-gelas kehidupan.
Tebarkanlah kapas-kapas putih diatap biru mereka agar teduh dari teriknya matahari.
hamparkan sutra lembayung jingga terindah disetiap langit senja mereka,
bulatkanlah bulan yang jaga lelap lelah mereka
dan biarkanlah jemari mereka saling genggam erat dan saling menguatkan
dalam menghadap gelombang laut dan tajam karang-Mu.
Malam ini kutagih janji-Mu untuk selalu membahagiakan mereka yang saling mencinta.
Boleh kan, Tuhan?
BESOK ,
buat saya dan mantan pacarnya
Ketika kabel-kabel tak lagi menghantarkan suara-suara merdu
yang dipenuhi rindu
dan
Mobil-mobil tak lagi berlarian jakarta-kudus-jakarta-kudus
ketika
kereta-kereta tak lagi tergesa menggesek lajur-lajur besi
sepanjang bandung-yogya-bandung-yogya
ketika pesawat-pesawat tak lagi beterbangan hinggap di
jakarta-yogya-jakarta-yogya
dan ketika
kotak pos kita tak lagi dipenuhi amplop-amplop coklat tebal
berisi kata-kata merah jambu yang membuat pipi bersemu..
kuharap kita masih bisa bertemu
Inscription à :
Articles (Atom)